Skip to content
8 Agustus 2009 / Jeffrey Hermanto Halimsetiawan

Konsep Basis Data


A) Pengertian Basis Data

Basis = markas / gudang / tempat bersarang / tempat berkumpul.
Data = representasi dari fakta dunia yang mewakili suatu obyek (manusia, barang, peristiwa, keadaan dsb) yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Basis Data:
– Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah
– Kumpulan data yang salng berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan
– Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan tertentu.

B) Tujuan Penggunaan Basis Data

a. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)
Yakni agar pengguna basis data bisa:
menyimpan data
melakukan perubahan/manipulasi terhadap data
– menampilkan kembali data dengan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan cara biasa (baik manual ataupun elektronis).
b. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)
Dengan basis data kita mampu melakukan penekanan jumlah redundansi (pengulangan) data, baik dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi (dalam bentuk file) antara kelompok data yang saling berhubungan.
c. Keakuratan (Accuracy)
Agar data sesuai dengan aturan dan batasan tertentu dengan cara memanfaatkan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan/batasan (constraint) tipe data, domain data, keunikan data dsb.
d. Ketersediaan (Availability)
Data yang sudah tidak dipakai/kadaluwarsa dipisahkan dari sistem database yang sedang aktif baik dengan cara penghapusan atau memindahkannya ke media backup untuk menghemat ruang penyimpanan. Di sisi lain, juga dilakukan pemanfaatan teknologi jaringan komputer agar data yang berada di suatu lokasi/cabang daat juga diakses oleh lokasi/cabang lainnya.
e. Kelengkapan (Completeness)
Agar data yang dikelola senantiasa lengkap baik relatif terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu. Untuk itu tidak hanya dengan melakukan penambahan record-record data, tapi juga melakukan perubahan struktur pada basis data (jika perlu) baik menambah field pada tabel ataupun bahkan menambah tabel baru.
f. Keamanan (Security)
Walaupun tidak semua sistem basis data menerapkannya, keamanan dalam penggunaan basis data diperlakukan pada sistem yang besar dan serius. Dengan penerapan ini, setiap pengguna dibedakan hak aksesnya; yakni ditentukan obyek-obyek mana saja yang bisa diakses dan proses apa saja yang bisa dia dilakukan.
g. Kebersamaan (Sharability)
Agar data yang dikelola oleh sistem mendukung lingkungan multiuser (banyak pemakai) dengan menjaga / menghindari munculnya problem baru seperti inkonsistensi data (karena terjadi perubahan data yang dilakukan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan) atau kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data).

C) Kriteria suatu sistem informasi suatu badan usaha/organisasi/perusahaan dikatakan telah menerapkan basis data dan contoh nyatanya :

Kriterianya dikatakan telah memanfaatkan Database jika data yang digunakan dalam proses sehari-hari telah memenuhi tujuan dari pembuatan database itu sendiri, yaitu cepat dalam pengaksesan, efisien tempat, akurat infomasinya, tersedia saat dibutuhkan, lengkap isinya, aman dan dapat digunakan untuk kepentingan bersama.
Contohnya : SIM Akademik ITS

D) Jenis-jenis objek yang ada dalam database :

Di dalam sebuah database, secara umum terdapat beberapa obyek berikut:
1. Table : terdiri dari field-field / kolom-kolom dengan tipe data tertentu dan baris-baris yang digunakan sebagai penyimpan data.
2. View : adalah tabel secara virtual/bayangan atau query tersimpan.
3. Stored Procedure : adalah prosedur yang tersimpan dalam database.
4. Trigger : adalah prosedur yang otomatis dieksekusi ketika ada event add, delete atau update pada obyek table.
5. Indeks : untuk mempercepat pemrosesan data.
6. Diagram : untuk menggambarkan hubungan antar table beserta aturan relasinya.
7. Rule : untuk memberikan batasan-batasan tertentu pada nilai data.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: